Seminar Wawasan Kebangsaan dalam Kegiatan Bulan Bung Karno ke-VIII Tahun 2026
Desa Sulahan - 8 Juni 2026 Pemerintahan Desa Sulahan melaksanakan Seminar Wawasan Kebangsaan dalam kegiatan Bulan Bung Karno ke-VIII Tahun 2026. Kegaiatan yang dilaksanakan di Balai Banjar Lumbuan ini di hadiri oleh Bapak Camat Susut yang dalam kesempatan tersebut sebagai Narasumber, Perbekel Desa Sulahan, PJ Perbekel Desa Persiapan Lumbuan, Bendesa Adat Lumbuan, Kelian Banjar Dinas Lumbuan, dan Peserta warga Banjar Dinas Lumbuan.
Kegiatan Seminar di buka oleh Perbekel Desa Sulahan dalam sambutannya beliau menyampaikan Bulan Bung Karno ke-VIII Tahun 2026, yang bertemakan “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna “Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator”, merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk merefleksikan sekaligus mengobarkan kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam sanubari masing-masing.
Selanjutnya seminar dilanjutkan oleh Bapak Camat Susut, dalam pemaparannya Bapak Camat Susut menyampaikan momentum Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengedepankan sikap toleransi, meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi, adat, seni, dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan ajaran Bung Karno (Soekarno) adalah sekumpulan gagasan, ideologi, dan nilai perjuangan yang ditujukan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan, membentuk karakter nasional, serta mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Pemikiran ini memadukan unsur nasionalisme, agama, dan sosialisme yang berakar dari budaya Nusantara.Pondasi utama pemikiran dan ajaran beliau meliputi: - Pancasila: Sebagai dasar negara, Pancasila digali langsung dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Intisari dari ajaran ini adalah gotong royong, yakni semangat kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara di atas segala perbedaan. - Trisakti: Konsep kemandirian nasional yang terdiri dari tiga pilar:
1. Berdaulat di bidang politik: Bebas menentukan arah dan kebijakan negara tanpa campur tangan asing.
2. Berdikari di bidang ekonomi: Mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan pada imperialisme atau kapitalisme asing.
3. Berkepribadian dalam kebudayaan: Bangga terhadap identitas, tradisi, dan budaya bangsa Indonesia sendiri.
- Nasionalisme Progresif (Marhaenisme): Nasionalisme yang menentang kolonialisme dan imperialisme, sekaligus keberpihakan kepada rakyat kecil (kaum Marhaen) yang hidup dalam kemelaratan akibat sistem penindasan.
- Jasmerah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah): Semboyan populer yang mengajarkan bahwa sejarah perjuangan bangsa, pengorbanan para pahlawan, dan nilai-nilai masa lalu harus selalu diingat sebagai pedoman untuk melangkah ke masa depan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sulahan berharap semangat perjuangan Bung Karno terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin